Pada kesempatan ini saya mau berbagi pengalaman yang pasti sering kita temui dilapangan, mungkin ada beberapa kendala pada saat mau remote MikroTik dari luar karna menggunakan jaringan sppedy yang ip publicnya tidak static. Pada percobaan yang saya lakukan adalah dengan memanfaatkan tools cloud yang telah disediakan oleh MikroTik sendiri. Pada cloud MikroTik sama seperti kita memanfaatkan DynDNS atau ChangeIP dan sebangsanya.. Fungsinya adalah agar jika kita memiliki IP Public yang Dinamis.
Latest Post
Showing posts with label MikroTik. Show all posts
Showing posts with label MikroTik. Show all posts
Artikel,
MikroTik,
Networking
Pada kesempatan ini saya mau membagi tips bagai mana cara Backup Configure MikroTik secara auto ke Email kita, jadi dengan ada tools ini kita dapat dengan mudah mengontrol dan tidak perlu takut akan lupa membackuap hasil yang sudah kita configure Mikrotik tersebut.
Sebelum melakukan konfigurasi Backup Auto maka yang harus dilakukan adalah mensetting NTP terlebih dahulu dan JAM pada router tersebut, setelah kebutuhan lain sudah terpenuhi selanjutnya mari kita praktekan
:global mikrotikexport exportbackup
:log info "Menghapus file backup lama jika ada,.Jika tidak, abaikan. Lanjutkan proses berikutnya . . ."
/system backup save name=$backupfile
/export file=$mikrotikexport
:log info "Mulai proses backup . . ."
:delay 10s
:log info "Mulai mengirim file backup lewat email . . ."
/tool e-mail send to="email@gmail.com" subject=([/system clock get date] . "- Router - Config Backup") file=$backupfile
/tool e-mail send to="email@gmail.com" subject=([/system clock get date] . "- Router - Export Backup") file=$mikrotikexport
:delay 40s
:log info "Proses Backup dan pengiriman lewat email Selesai."
:log info "Menghapus Backup File. Semuanya Selesai. "
/file remove $backupfile
/file remove $mikrotikexport
Auto Backup Config MikroTik to Email
Pada kesempatan ini saya mau membagi tips bagai mana cara Backup Configure MikroTik secara auto ke Email kita, jadi dengan ada tools ini kita dapat dengan mudah mengontrol dan tidak perlu takut akan lupa membackuap hasil yang sudah kita configure Mikrotik tersebut.Sebelum melakukan konfigurasi Backup Auto maka yang harus dilakukan adalah mensetting NTP terlebih dahulu dan JAM pada router tersebut, setelah kebutuhan lain sudah terpenuhi selanjutnya mari kita praktekan
1. Setting Email di /tools > email
2. Masuk ke menu /system > script lalu tambahkan script dibawah
:log info "Backup konfigurasi Mikrotik dimulai . . ."
:global backupfile configbackup:global mikrotikexport exportbackup
:log info "Menghapus file backup lama jika ada,.Jika tidak, abaikan. Lanjutkan proses berikutnya . . ."
/system backup save name=$backupfile
/export file=$mikrotikexport
:log info "Mulai proses backup . . ."
:delay 10s
:log info "Mulai mengirim file backup lewat email . . ."
/tool e-mail send to="email@gmail.com" subject=([/system clock get date] . "- Router - Config Backup") file=$backupfile
/tool e-mail send to="email@gmail.com" subject=([/system clock get date] . "- Router - Export Backup") file=$mikrotikexport
:delay 40s
:log info "Proses Backup dan pengiriman lewat email Selesai."
:log info "Menghapus Backup File. Semuanya Selesai. "
/file remove $backupfile
/file remove $mikrotikexport
3. Buat /system > scheduler
Label:
Artikel,
MikroTik,
Networking
MikroTik,
Networking
Queue Tree berfungsi untuk mengimplementasikan fungsi yang lebih
komplex dalam limit bandwidth pada mikrotik dimana penggunaan packet
mark nya memiliki fungsi yang lebih baik. Digunakan untuk
membatasi satu arah koneksi saja baik itu download maupun upload. Secara
umum Queue Tree ini tidak terlihat berbeda dari Simple Queue.
Perbedaan yang bisa kita lihat langsung yaitu hanya dari sisi cara pakai atau penggunaannya saja. Dimana Queue Simple secara khusus memang dirancang untuk kemudahan konfigurasi sementara Queue Tree dirancang untuk melaksanakan tugas antrian yang lebih kompleks dan butuh pemahaman yang baik tentang aliran trafik.
Limit Yotube Streaming, Play Store Android & Extensions File on Queue Tree MikroTik
Queue Tree berfungsi untuk mengimplementasikan fungsi yang lebih
komplex dalam limit bandwidth pada mikrotik dimana penggunaan packet
mark nya memiliki fungsi yang lebih baik. Digunakan untuk
membatasi satu arah koneksi saja baik itu download maupun upload. Secara
umum Queue Tree ini tidak terlihat berbeda dari Simple Queue.Perbedaan yang bisa kita lihat langsung yaitu hanya dari sisi cara pakai atau penggunaannya saja. Dimana Queue Simple secara khusus memang dirancang untuk kemudahan konfigurasi sementara Queue Tree dirancang untuk melaksanakan tugas antrian yang lebih kompleks dan butuh pemahaman yang baik tentang aliran trafik.
Langsung aja ke TKP
1. Buat layer 7
/ip firewall layer7-protocol
add name=YOUTUBE regexp="http/(0\\.9|1\\.0|1\\.1)[\\x09-\\x0d ][1-5][0-9][0-9][\\x09-\\x0d -~]*(content-type: video)"
add name=EXE regexp="\\.(exe)"
add name=RAR regexp="\\.(rar)"
add name=ZIP regexp="\\.(zip)"
add name=7z regexp="\\.(7z)"
add name=CAB regexp="\\.(cab)"
add name=ASF regexp="\\.(asf)"
add name=MOV regexp="\\.(mov)"
add name=WMV regexp="\\.(wmv)"
add name=MPG regexp="\\.(mpg)"
add name=MKV regexp="\\.(mkv)"
add name=AVI regexp="\\.(avi)"
add name=FLV regexp="\\.(flv)"
add name=WAV regexp="\\.(wav)"
add name=RM regexp="\\.(rm)"
add name=MP3 regexp="\\.(mp3)"
add name=MP4 regexp="\\.(mp4)"
add name=RAM regexp="\\.(ram)"
add name=RMVB regexp="\\.(rmvb)"
add name=DAT regexp="\\.(dat)"
add name=DAA regexp="\\.(daa)"
add name=ISO regexp="\\.(iso)"
add name=BIN regexp="\\.(bin)"
add name=VCD regexp="\\.(vcd)"
add name=MPEG regexp="\\.(mpeg)"
add name=NRG regexp="\\.(nrg)"
add name="STRAMING YOUTUBE" regexp="^.+(c.youtube.com|googlevideo.com|cdn.dailymotion.com|metacafe.com|mccont.com).*\$"
add name=Android regexp="get /.*user-agent: (Dalvik|Linux|Android)"
add name="VIDEO FB" regexp="video-sin[0-9]+-[0-9]+\\.[a-z]+\\.fbcdn\\.net"
add name=YOUTUBE regexp="http/(0\\.9|1\\.0|1\\.1)[\\x09-\\x0d ][1-5][0-9][0-9][\\x09-\\x0d -~]*(content-type: video)"
add name=EXE regexp="\\.(exe)"
add name=RAR regexp="\\.(rar)"
add name=ZIP regexp="\\.(zip)"
add name=7z regexp="\\.(7z)"
add name=CAB regexp="\\.(cab)"
add name=ASF regexp="\\.(asf)"
add name=MOV regexp="\\.(mov)"
add name=WMV regexp="\\.(wmv)"
add name=MPG regexp="\\.(mpg)"
add name=MKV regexp="\\.(mkv)"
add name=AVI regexp="\\.(avi)"
add name=FLV regexp="\\.(flv)"
add name=WAV regexp="\\.(wav)"
add name=RM regexp="\\.(rm)"
add name=MP3 regexp="\\.(mp3)"
add name=MP4 regexp="\\.(mp4)"
add name=RAM regexp="\\.(ram)"
add name=RMVB regexp="\\.(rmvb)"
add name=DAT regexp="\\.(dat)"
add name=DAA regexp="\\.(daa)"
add name=ISO regexp="\\.(iso)"
add name=BIN regexp="\\.(bin)"
add name=VCD regexp="\\.(vcd)"
add name=MPEG regexp="\\.(mpeg)"
add name=NRG regexp="\\.(nrg)"
add name="STRAMING YOUTUBE" regexp="^.+(c.youtube.com|googlevideo.com|cdn.dailymotion.com|metacafe.com|mccont.com).*\$"
add name=Android regexp="get /.*user-agent: (Dalvik|Linux|Android)"
add name="VIDEO FB" regexp="video-sin[0-9]+-[0-9]+\\.[a-z]+\\.fbcdn\\.net"
2. Buat Mangle
/ip firewall mangle
add action=mark-packet chain=prerouting comment="YOUTUBE MARK PACKET " layer7-protocol=YOUTUBE new-packet-mark=YOUTUBE passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="EXE MARK PACKET " layer7-protocol=EXE new-packet-mark=EXE passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="RAR MARK PACKET " layer7-protocol=RAR new-packet-mark=RAR passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="ZIP MARK PACKET " layer7-protocol=ZIP new-packet-mark=ZIP passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="7z MARK PACKET " layer7-protocol=7z new-packet-mark=7z passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="CAB MARK PACKET " layer7-protocol=CAB new-packet-mark=CAB passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="ASF MARK PACKET " layer7-protocol=ASF new-packet-mark=ASF passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="MOV MARK PACKET " layer7-protocol=MOV new-packet-mark=MOV passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="WMV MARK PACKET " layer7-protocol=WMV new-packet-mark=WMV passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="MPG MARK PACKET " layer7-protocol=MPG new-packet-mark=MPG passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="MPEG MARK PACKET " layer7-protocol=MPEG new-packet-mark=MPEG passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="MKV MARK PACKET " layer7-protocol=MKV new-packet-mark=MKV passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="AVI MARK PACKET " layer7-protocol=AVI new-packet-mark=AVI passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="FLV MARK PACKET " layer7-protocol=FLV new-packet-mark=FLV passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="WAV MARK PACKET " layer7-protocol=WAV new-packet-mark=WAV passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="RM MARK PACKET " layer7-protocol=RM new-packet-mark=RM passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="MP3 MARK PACKET " layer7-protocol=MP3 new-packet-mark=MP3 passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="MP4 MARK PACKET " layer7-protocol=MP4 new-packet-mark=MP4 passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="RAM MARK PACKET " layer7-protocol=RAM new-packet-mark=RAM passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="RMVB MARK PACKET " layer7-protocol=RMVB new-packet-mark=RMVB passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="DAT MARK PACKET " layer7-protocol=DAT new-packet-mark=DAT passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="DAA MARK PACKET " layer7-protocol=DAA new-packet-mark=DAA passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="ISO MARK PACKET " layer7-protocol=ISO new-packet-mark=ISO passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="NRG MARK PACKET " layer7-protocol=NRG new-packet-mark=NRG passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="BIN MARK PACKET " layer7-protocol=BIN new-packet-mark=BIN passthrough=no
add action=mark-connection chain=forward comment="STRAMING YOUTUBE" layer7-protocol="STRAMING YOUTUBE" new-connection-mark="Conn-Straming Youtube" protocol=tcp
add action=mark-packet chain=forward connection-mark="Conn-Straming Youtube" new-packet-mark="D-Straming Youtube" passthrough=no
add action=mark-connection chain=forward comment=Android layer7-protocol=Android new-connection-mark=Conn-android protocol=tcp
add action=mark-packet chain=forward connection-mark=Conn-android new-packet-mark=D-Android passthrough=no
add action=mark-connection chain=forward comment="video fb" layer7-protocol="VIDEO FB" new-connection-mark="Conn-video fb" protocol=tcp
add action=mark-packet chain=forward connection-mark="Conn-video fb" new-packet-mark="D-video fb" passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="YOUTUBE MARK PACKET " layer7-protocol=YOUTUBE new-packet-mark=YOUTUBE passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="EXE MARK PACKET " layer7-protocol=EXE new-packet-mark=EXE passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="RAR MARK PACKET " layer7-protocol=RAR new-packet-mark=RAR passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="ZIP MARK PACKET " layer7-protocol=ZIP new-packet-mark=ZIP passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="7z MARK PACKET " layer7-protocol=7z new-packet-mark=7z passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="CAB MARK PACKET " layer7-protocol=CAB new-packet-mark=CAB passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="ASF MARK PACKET " layer7-protocol=ASF new-packet-mark=ASF passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="MOV MARK PACKET " layer7-protocol=MOV new-packet-mark=MOV passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="WMV MARK PACKET " layer7-protocol=WMV new-packet-mark=WMV passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="MPG MARK PACKET " layer7-protocol=MPG new-packet-mark=MPG passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="MPEG MARK PACKET " layer7-protocol=MPEG new-packet-mark=MPEG passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="MKV MARK PACKET " layer7-protocol=MKV new-packet-mark=MKV passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="AVI MARK PACKET " layer7-protocol=AVI new-packet-mark=AVI passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="FLV MARK PACKET " layer7-protocol=FLV new-packet-mark=FLV passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="WAV MARK PACKET " layer7-protocol=WAV new-packet-mark=WAV passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="RM MARK PACKET " layer7-protocol=RM new-packet-mark=RM passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="MP3 MARK PACKET " layer7-protocol=MP3 new-packet-mark=MP3 passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="MP4 MARK PACKET " layer7-protocol=MP4 new-packet-mark=MP4 passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="RAM MARK PACKET " layer7-protocol=RAM new-packet-mark=RAM passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="RMVB MARK PACKET " layer7-protocol=RMVB new-packet-mark=RMVB passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="DAT MARK PACKET " layer7-protocol=DAT new-packet-mark=DAT passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="DAA MARK PACKET " layer7-protocol=DAA new-packet-mark=DAA passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="ISO MARK PACKET " layer7-protocol=ISO new-packet-mark=ISO passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="NRG MARK PACKET " layer7-protocol=NRG new-packet-mark=NRG passthrough=no
add action=mark-packet chain=prerouting comment="BIN MARK PACKET " layer7-protocol=BIN new-packet-mark=BIN passthrough=no
add action=mark-connection chain=forward comment="STRAMING YOUTUBE" layer7-protocol="STRAMING YOUTUBE" new-connection-mark="Conn-Straming Youtube" protocol=tcp
add action=mark-packet chain=forward connection-mark="Conn-Straming Youtube" new-packet-mark="D-Straming Youtube" passthrough=no
add action=mark-connection chain=forward comment=Android layer7-protocol=Android new-connection-mark=Conn-android protocol=tcp
add action=mark-packet chain=forward connection-mark=Conn-android new-packet-mark=D-Android passthrough=no
add action=mark-connection chain=forward comment="video fb" layer7-protocol="VIDEO FB" new-connection-mark="Conn-video fb" protocol=tcp
add action=mark-packet chain=forward connection-mark="Conn-video fb" new-packet-mark="D-video fb" passthrough=no
3. Buat Queue Tree
/queue tree
add max-limit=2M name="LIMIT FILE EXTENTION" parent=global priority=1
add name=YOUTUBE packet-mark=YOUTUBE parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=7z packet-mark=7z parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=ASF packet-mark=ASF parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=AVI packet-mark=AVI parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=BIN packet-mark=BIN parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=CAB packet-mark=CAB parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=DAA packet-mark=DAA parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=DAT packet-mark=DAT parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=EXE packet-mark=EXE parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=FLV packet-mark=FLV parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=ISO packet-mark=ISO parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=MKV packet-mark=MKV parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=MOV packet-mark=MOV parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=MP3 packet-mark=MP3 parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=MP4 packet-mark=MP4 parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=MPEG packet-mark=MPEG parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=MPG packet-mark=MPG parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=NRG packet-mark=NRG parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=RAM packet-mark=RAM parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=RAR packet-mark=RAR parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=RM packet-mark=RM parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=RMVB packet-mark=RMVB parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=VCD packet-mark=VCD parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=WAV packet-mark=WAV parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=WMV packet-mark=WMV parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=ZIP packet-mark=ZIP parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=STREAMING packet-mark="D-Straming Youtube" parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=ANDROID packet-mark=D-Android parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name="Video FB" packet-mark="D-video fb" parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add max-limit=2M name="LIMIT FILE EXTENTION" parent=global priority=1
add name=YOUTUBE packet-mark=YOUTUBE parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=7z packet-mark=7z parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=ASF packet-mark=ASF parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=AVI packet-mark=AVI parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=BIN packet-mark=BIN parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=CAB packet-mark=CAB parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=DAA packet-mark=DAA parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=DAT packet-mark=DAT parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=EXE packet-mark=EXE parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=FLV packet-mark=FLV parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=ISO packet-mark=ISO parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=MKV packet-mark=MKV parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=MOV packet-mark=MOV parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=MP3 packet-mark=MP3 parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=MP4 packet-mark=MP4 parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=MPEG packet-mark=MPEG parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=MPG packet-mark=MPG parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=NRG packet-mark=NRG parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=RAM packet-mark=RAM parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=RAR packet-mark=RAR parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=RM packet-mark=RM parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=RMVB packet-mark=RMVB parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=VCD packet-mark=VCD parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=WAV packet-mark=WAV parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=WMV packet-mark=WMV parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=ZIP packet-mark=ZIP parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=STREAMING packet-mark="D-Straming Youtube" parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name=ANDROID packet-mark=D-Android parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
add name="Video FB" packet-mark="D-video fb" parent="LIMIT FILE EXTENTION" queue=default
Label:
MikroTik,
Networking
jaringan,
MikroTik,
Networking,
setting
How To Setup VPN PPTP on MikroTik
Sebelum melakukan konfigurasi Server VPN PPTP pada MikroTik hal harus dilakukan adalah mengkonfigurasi MikroTik tersebut menjadi sebuah Router dan sekalin dikonfigurasi DHCP-Server gunanya agar client yang terkoneksi pada mesin VPN tersebut bisa langsung mendapatkan IP secara otomatis. Berikut langkah-langkah untuk melakukan konfigurasi VPN PPTP pada MikroTik
Label:
jaringan,
MikroTik,
Networking,
setting
MikroTik,
Networking
Berikut ini adalah tahap / Step by Step membuat bandwith Manajemen Mikrotik dan membuat MRTG untuk
monitoring bandwith akses internet per-Client. Teknis setting bandwith
manajemen ini berlaku untuk semua jenis Mikrotik, baik Mikrotik Router Board, Mikrotik dengan Modem ADSL Mode PPPoE maupun Mikrotik dengan Modem ADSL Mode Bridge.
Untuk setingannya silahkan download disini
Membuat Mikrotik Bandwith Manajemen & MRTG
Berikut ini adalah tahap / Step by Step membuat bandwith Manajemen Mikrotik dan membuat MRTG untuk
monitoring bandwith akses internet per-Client. Teknis setting bandwith
manajemen ini berlaku untuk semua jenis Mikrotik, baik Mikrotik Router Board, Mikrotik dengan Modem ADSL Mode PPPoE maupun Mikrotik dengan Modem ADSL Mode Bridge.Untuk setingannya silahkan download disini
Label:
MikroTik,
Networking
MikroTik,
Networking
MRTG (Multi Router Traffic Grapher) merupakan aplikasi yang digunakan
untuk memantau beban trafik pada link jaringan. MRTG akan membuat
halaman HTML yang berisi gambar GIF yang mengambarkan trafik melalui
jaringan secara harian, mingguan, bulanan dan tahunan. MRTG tersedia
untuk sistem operasi UNIX, Windows NT, MikroTik, dll
Cara Membuat sebuat MRTG di Mikrotik
MRTG (Multi Router Traffic Grapher) merupakan aplikasi yang digunakan
untuk memantau beban trafik pada link jaringan. MRTG akan membuat
halaman HTML yang berisi gambar GIF yang mengambarkan trafik melalui
jaringan secara harian, mingguan, bulanan dan tahunan. MRTG tersedia
untuk sistem operasi UNIX, Windows NT, MikroTik, dll
untuk tutorialnya silahkan download disini
Label:
MikroTik,
Networking
MikroTik,
Networking
Di sini saya coba membuat limit IP Address otomatis queue tree dengan script mikrotik. Otomatis dalam arti kita membuat firewall mangle dan queue tree semua IP Address yang terdapat dalam jaringan kita dengan hanya menggunakan satu perintah dan tidak membuat kita repot-repot untuk membuat satu persatu setingan mikrotiknya jika kita mempunyai lebih dari 100 client.
Limit IP Otomatis Queue Tree Dengan Script
Di sini saya coba membuat limit IP Address otomatis queue tree dengan script mikrotik. Otomatis dalam arti kita membuat firewall mangle dan queue tree semua IP Address yang terdapat dalam jaringan kita dengan hanya menggunakan satu perintah dan tidak membuat kita repot-repot untuk membuat satu persatu setingan mikrotiknya jika kita mempunyai lebih dari 100 client.
Contoh kasus : Anda ingin membuat queue tree dari semua IP Address,
dari 192.168.10.2 – 192.168.10.54. Anda bisa bayangkan seberapa jenuhnya
membuat mangle dan queue tree satu-satu.
Bersama tutorial ini kita manfaatkan fungsi script di Mikrotik.
Pada percobaan ini saya menggunakan MikroTik 5.25 dan skripnya sudah saya modifikasi sedemikian rupa, sebagai contohnya
silahkan download tutorialnya disini
Label:
MikroTik,
Networking
Linux,
MikroTik,
Networking,
Ubuntu
Sekilas tentang ‘Network bridge’.
Bridge disini di maksudkan untuk menjembatani 2 buah network yg sama. Loh? lha trus buat apa kok pake jembatan segala??? Maksudnya begini, hal ini akan sangat berguna jika kita memiliki area atau lokasi suatu network tsb saling berjauhan atau berbeda gedung/lokasi misalnya. Nah, di karenakan keterbatasan daya/power kabel utp yg maksimal 100m, ‘network bridge’ inilah yg akan menolong kita. Karena selain sebagai jembatan, bridge akan berfungsi sebagai repeater/penguat daya, sehingga data masih dapat di transmisikan ke ‘address’ tujuan.
Sejauh yg saya tahu, selain sebagai repeater, bridge di Linux dapat juga di manfaatkan untuk mengaplikasikan transparant proxy dan transparant firewall. Namun, kali ini saya hanya membahas cara mengkonfigurasi interface bridge di ubuntu server khususnya dan debian based pada umumnya.
Ok, pertama kita memerlukan utiliti yg bernama ‘bridge-utils’, bisa langsung di install dari repository Ubuntu, untuk selengkapnya ikuti langkah di bawah ini:).
Nah, sampai dari sini pc bridge sudah dapat di fungsikan, akan tetapi
script, jika system di restart, konfigurasi yg kita lakukan di atas
akan sia-sia, untuk mencegah hal itu terjadi, simpan perintah di atas di
file ‘/etc/rc.local‘ di atas baris ‘exit 0‘.
Tips: Jika kita ingin dapat melakukan akses via remote maupun update system di pc bridge ini, beri Ip Address pada interface ‘br0′ dan simpan konfigurasi di file ‘/etc/network/interfaces‘, sehingga isinya menjadi seperti ini. :)
Membuat PC Bridge di Ubuntu Linux
Sekilas tentang ‘Network bridge’.Bridge disini di maksudkan untuk menjembatani 2 buah network yg sama. Loh? lha trus buat apa kok pake jembatan segala??? Maksudnya begini, hal ini akan sangat berguna jika kita memiliki area atau lokasi suatu network tsb saling berjauhan atau berbeda gedung/lokasi misalnya. Nah, di karenakan keterbatasan daya/power kabel utp yg maksimal 100m, ‘network bridge’ inilah yg akan menolong kita. Karena selain sebagai jembatan, bridge akan berfungsi sebagai repeater/penguat daya, sehingga data masih dapat di transmisikan ke ‘address’ tujuan.
Sejauh yg saya tahu, selain sebagai repeater, bridge di Linux dapat juga di manfaatkan untuk mengaplikasikan transparant proxy dan transparant firewall. Namun, kali ini saya hanya membahas cara mengkonfigurasi interface bridge di ubuntu server khususnya dan debian based pada umumnya.
Ok, pertama kita memerlukan utiliti yg bernama ‘bridge-utils’, bisa langsung di install dari repository Ubuntu, untuk selengkapnya ikuti langkah di bawah ini:).
- Install bridge-utils:
#apt-get install bridge-utils |
- Buat interface bridge dengan nama ‘br0′:
#brctl addbr br0 |
- Setelah membuat interface bridge br0, maka ip address untuk interface ‘eth0′ harus di nonaktifkan, dan berfungsi sbg promisc mode, agar dapat “mendengar” semua frame yg akan masuk melalui interface ‘eth0′ maupun ‘eth1′.
#ifconfig eth0 0.0.0.0 promisc up#ifconfig eth1 0.0.0.0 promisc up |
- Daftarkan interface ‘eth0′ dan ‘eth1′ sebagai member ke interface bridge ‘br0′
#brctl addif br0 eth0#brctl addif br0 eth1 |
- Secara default interface br0 belum aktif, Aktifkan interface ‘br0′.
#ifconfig br0 up |
Tips: Jika kita ingin dapat melakukan akses via remote maupun update system di pc bridge ini, beri Ip Address pada interface ‘br0′ dan simpan konfigurasi di file ‘/etc/network/interfaces‘, sehingga isinya menjadi seperti ini. :)
## Isi file /etc/rc.local ##brctl addbr br0ifconfig eth0 0.0.0.0 promisc up ifconfig eth1 0.0.0.0 promisc upbrctl addif br0 eth0brctl addif br0 eth1 ifconfig br0 upexit 0############################ |
- Contoh Isi konfigurasi IP Address interface br0
## Contoh konfigurasi statik ip address interface 'br0' ##auto br0iface br0 inet staticaddress 192.168.62.222netmask 255.255.255.0gateway 192.168.62.1network 192.168.62.0broadcast 192.168.62.255dns-server 8.8.8.8 8.8.4.4########################################################## |
# SELESAI # |
Label:
Linux,
MikroTik,
Networking,
Ubuntu
MikroTik,
Networking
Load balance pada mikrotik adalah teknik untuk mendistribusikan beban
trafik pada dua atau lebih jalur koneksi secara seimbang, agar trafik
dapat berjalan optimal, memaksimalkan throughput, memperkecil waktu
tanggap dan menghindari overload pada salah satu jalur koneksi.
Selama ini banyak dari kita yang beranggapan salah, bahwa dengan menggunakan loadbalance dua jalur koneksi , maka besar bandwidth yang akan kita dapatkan menjadi dua kali lipat dari bandwidth sebelum menggunakan loadbalance (akumulasi dari kedua bandwidth tersebut). Hal ini perlu kita perjelas dahulu, bahwa loadbalance tidak akan menambah besar bandwidth yang kita peroleh, tetapi hanya bertugas untuk membagi trafik dari kedua bandwidth tersebut agar dapat terpakai secara seimbang.
Meski banyak orang yang anggapan seperti kutipan diatas itu benar maka pada kali ini saya akan mencoba sebuah percobaan kalo rumus saya akan berbeda dengan kutipan diatas yaitu 1+1=2, dulu saya pernah juga beranggapan seperti kutipan yang ada diatas namun setelah itu saya memikirkan ide-ide bagaimana supaya dua sumber yang kita masukkan agar bisa menjadi 1+1=2.
Pada kesempatan ini saya menggunakan MikroTik OS 5.25 yang saya install pada sebuah PC pentium 4 dengan memori 512 dan hardisk 80G, napun topologi yang saya gunakan adalah
Speedy1 Speedy2
IP: 192.168.62.1 IP: 192.168.61.1
| |
| |
| |
| |
___________ ___________
| |
__________________________
| |
| MikroTik OS 5.25 |
__________________________
|
|
|
Client
IP: 192.168.1.1
ket:
Speedy1 IP 192.168.62.2 interface ether1 (Public1) (1Mbps)
Speedy2 IP 192.168.61.2 interface ether2 (public2) (1Mbps)
Client IP 192.168.1.1 interface ether3 (Local) (2Mbps)
untuk dapat melakukan konfigurasi maka silahkan download tutorialnya disini dan sesuaikan dengan jaringan anda
Cara Setting Load Balancing 1+1=2 di MikroTik 5.25
Load balance pada mikrotik adalah teknik untuk mendistribusikan beban
trafik pada dua atau lebih jalur koneksi secara seimbang, agar trafik
dapat berjalan optimal, memaksimalkan throughput, memperkecil waktu
tanggap dan menghindari overload pada salah satu jalur koneksi.Selama ini banyak dari kita yang beranggapan salah, bahwa dengan menggunakan loadbalance dua jalur koneksi , maka besar bandwidth yang akan kita dapatkan menjadi dua kali lipat dari bandwidth sebelum menggunakan loadbalance (akumulasi dari kedua bandwidth tersebut). Hal ini perlu kita perjelas dahulu, bahwa loadbalance tidak akan menambah besar bandwidth yang kita peroleh, tetapi hanya bertugas untuk membagi trafik dari kedua bandwidth tersebut agar dapat terpakai secara seimbang.
Meski banyak orang yang anggapan seperti kutipan diatas itu benar maka pada kali ini saya akan mencoba sebuah percobaan kalo rumus saya akan berbeda dengan kutipan diatas yaitu 1+1=2, dulu saya pernah juga beranggapan seperti kutipan yang ada diatas namun setelah itu saya memikirkan ide-ide bagaimana supaya dua sumber yang kita masukkan agar bisa menjadi 1+1=2.
Pada kesempatan ini saya menggunakan MikroTik OS 5.25 yang saya install pada sebuah PC pentium 4 dengan memori 512 dan hardisk 80G, napun topologi yang saya gunakan adalah
Speedy1 Speedy2
IP: 192.168.62.1 IP: 192.168.61.1
| |
| |
| |
| |
___________ ___________
| |
__________________________
| |
| MikroTik OS 5.25 |
__________________________
|
|
|
Client
IP: 192.168.1.1
ket:
Speedy1 IP 192.168.62.2 interface ether1 (Public1) (1Mbps)
Speedy2 IP 192.168.61.2 interface ether2 (public2) (1Mbps)
Client IP 192.168.1.1 interface ether3 (Local) (2Mbps)
untuk dapat melakukan konfigurasi maka silahkan download tutorialnya disini dan sesuaikan dengan jaringan anda
Label:
MikroTik,
Networking
MikroTik,
Networking
Apa itu User Manager MikroTik
User manager adalah suatu aplikasi manajemen system di dalam mikrotik yang juga berfungsi sebagai radius server yang dapat digunakan untuk :
MEMBANGUN BILING HOTSPOT MikroTik DENGAN MENGGUNAKAN USER MANAGER
Apa itu User Manager MikroTikUser manager adalah suatu aplikasi manajemen system di dalam mikrotik yang juga berfungsi sebagai radius server yang dapat digunakan untuk :
* HotSpot users;
* PPP (PPtP/PPPoE) users;
* DHCP users;
* Wireless users;
* RouterOS users.
* PPP (PPtP/PPPoE) users;
* DHCP users;
* Wireless users;
* RouterOS users.
Tidak semua paket routerOS sudah terinstall user manager. Anda dapat men download user manager disitus resmi mikrotik.
cara configurasi user manager dapat di download di sini
Diposkan oleh
baden
12:01 PM
Label:
MikroTik,
Networking
MikroTik
Berikut ini adalah tahap / Step by Step membuat bandwith Manajemen Mikrotik dan membuat MRTG untuk
monitoring bandwith akses internet per-Client. Teknis setting bandwith
manajemen ini berlaku untuk semua jenis Mikrotik, baik Mikrotik Router Board, Mikrotik dengan Modem ADSL Mode PPPoE maupun Mikrotik dengan Modem ADSL Mode Bridge.
silahkan download tutorialnya disini
sumber: http://thinkxfree.wordpress.com
Membuat Mikrotik Bandwith Manajemen & MRTG
Berikut ini adalah tahap / Step by Step membuat bandwith Manajemen Mikrotik dan membuat MRTG untuk
monitoring bandwith akses internet per-Client. Teknis setting bandwith
manajemen ini berlaku untuk semua jenis Mikrotik, baik Mikrotik Router Board, Mikrotik dengan Modem ADSL Mode PPPoE maupun Mikrotik dengan Modem ADSL Mode Bridge.silahkan download tutorialnya disini
sumber: http://thinkxfree.wordpress.com
Label:
MikroTik
MikroTik,
Ubuntu
Dalam hal ini menggunakan linux ubuntu server 10.10, semua request yang
menggunakan port 80.8080,3128 akan di lewatken ke proxy sehingga
membentuk cache yang nantinya bisa di request kembali oleh user dengan
meresolve dari komputer prroxy, sehingga akses internet akan jauh lebih
cepat
Setting Mikrotik dan Proxy + Ubunbtu
Dalam hal ini menggunakan linux ubuntu server 10.10, semua request yang
menggunakan port 80.8080,3128 akan di lewatken ke proxy sehingga
membentuk cache yang nantinya bisa di request kembali oleh user dengan
meresolve dari komputer prroxy, sehingga akses internet akan jauh lebih
cepat
berikut adalah cara konfigurasi mikrotik proxy + ubuntu silahkan download disini
MikroTik
Kondisi : ISP dimana kita
bekerja sebagai Administrator menggunakan lebih dari satu gateway untuk
terhubung ke Internet. Semuanya harus dapat melayani layanan upstream &
downstream. Karena akan beda kasusnya apabila salah satunya hanya dapat
melayani downstream, contohnya jika menggunakan VSAT DVB One-way. Untuk kasus ini dimisalkan ISP memiliki 2 jalur ke Internet. Satu menggunakan
akses DSL (256 Kbps) dan lainnya menggunakan Wireless (512 Kbps). Dengan rasio
pemakaian DSL:Wireless = 1:2 .
cara setting load-balancing dengan mikrotik
Kondisi : ISP dimana kita
bekerja sebagai Administrator menggunakan lebih dari satu gateway untuk
terhubung ke Internet. Semuanya harus dapat melayani layanan upstream &
downstream. Karena akan beda kasusnya apabila salah satunya hanya dapat
melayani downstream, contohnya jika menggunakan VSAT DVB One-way. Untuk kasus ini dimisalkan ISP memiliki 2 jalur ke Internet. Satu menggunakan
akses DSL (256 Kbps) dan lainnya menggunakan Wireless (512 Kbps). Dengan rasio
pemakaian DSL:Wireless = 1:2 .
Label:
MikroTik
MikroTik
Setelah pending beberapa Bulan kembali
melanjutkan Rule Mangle pada mikrotik untuk memisahkan Trafik Game
Online dan Browsing. Update mangle mikrotik game online optimal
meliputi: Informasi Port Game Online sudah disesuikan dengan perubahan terbaru,
jika masih ada port game lain yang baru insyallah segera saya update
lagi info port dan Ip nya.
Contoh
Implementasi Ini diterapkan Pada Warnet dengan Spesifikasi Jaringan SBB:
Planing Pembagian Bandwith :
Kecepatan Downstream Maksimal Browsing seluruh Klien 1500kbps
Kecepatan Downstream Game Online 500kbps
Download disini
Cara setting game onlone dengan port mikrotik
Setelah pending beberapa Bulan kembali
melanjutkan Rule Mangle pada mikrotik untuk memisahkan Trafik Game
Online dan Browsing. Update mangle mikrotik game online optimal
meliputi: Informasi Port Game Online sudah disesuikan dengan perubahan terbaru,
jika masih ada port game lain yang baru insyallah segera saya update
lagi info port dan Ip nya.
Implementasi Ini diterapkan Pada Warnet dengan Spesifikasi Jaringan SBB:
- Koneksi Internet Akses menggunakan Speedy Executive 2 Mbps- Jumlah Klien 35 Klien- Mikrotik RB750G- Proxy Server Ubuntu 11.04 ZPH |
Kecepatan Downstream Maksimal Browsing seluruh Klien 1500kbps
Kecepatan Downstream Game Online 500kbps
Download disini
Label:
MikroTik
MikroTik
Dalam artikel ini, akan dibahas cara untuk melakukan BGP-Peer ke BGP Router Mikrotik
Indonesia untuk melakukan pemisahan gateway untuk koneksi internet internasional
dan OpenIXP (NICE). Setelah pemisahan koneksi ini dilakukan, selanjutnya akan dibuat
queue untuk tiap klien, yang bisa membatasi penggunaan untuk bandwidth internasional
dan OpenIXP (NICE).
Download disini
Memisahkan Bandwidth International (IX) dan lokal (IIX) via mikrotik
Dalam artikel ini, akan dibahas cara untuk melakukan BGP-Peer ke BGP Router Mikrotik
Indonesia untuk melakukan pemisahan gateway untuk koneksi internet internasional
dan OpenIXP (NICE). Setelah pemisahan koneksi ini dilakukan, selanjutnya akan dibuat
queue untuk tiap klien, yang bisa membatasi penggunaan untuk bandwidth internasional
dan OpenIXP (NICE).
Label:
MikroTik
MikroTik
Sudah tidak jarang, warnet-warnet sudah menggunakan router mikrotik. Banyak owner warnet yang sudah membuktikan bahwa dengan menggunakan mikrotik untuk jaringan
warnet game online itu efektif dan efesien untuk menjaga omset dan
pengunjung warnet game online mereka, walaupun tidak membantu 100% untuk
mengurangi lag di game online. Kenapa saya bilang tidak 100% ? karena
kembali lagi dari kualitas jaringan internet provider anda (ISP) dan
jaringan lokal warnet Anda. Karena hal tersebut kita juga di tuntut
untuk menganalisa jaringan lebih teliti.
Mangle pisah download, upload, game dan beowsing dengan mikrotik
Sudah tidak jarang, warnet-warnet sudah menggunakan router mikrotik. Banyak owner warnet yang sudah membuktikan bahwa dengan menggunakan mikrotik untuk jaringan
warnet game online itu efektif dan efesien untuk menjaga omset dan
pengunjung warnet game online mereka, walaupun tidak membantu 100% untuk
mengurangi lag di game online. Kenapa saya bilang tidak 100% ? karena
kembali lagi dari kualitas jaringan internet provider anda (ISP) dan
jaringan lokal warnet Anda. Karena hal tersebut kita juga di tuntut
untuk menganalisa jaringan lebih teliti.
Label:
MikroTik
Download,
MikroTik
Mikrotik adalah
sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi perangkat keras
(hardware) dan perangkat lunak (Software) yang berhubungan dengan sistem
jaringan komputer yang berkantor pusat di Latvia, bersebelahan dengan
Rusia. Mikrotik didirikan pada tahun 1995 untuk mengembangkan router dan
sistem ISP (Internet Service Provider) nirkabel.
Download di sini
Download buku/e-book mikrotik terlengkap
Mikrotik adalah
sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi perangkat keras
(hardware) dan perangkat lunak (Software) yang berhubungan dengan sistem
jaringan komputer yang berkantor pusat di Latvia, bersebelahan dengan
Rusia. Mikrotik didirikan pada tahun 1995 untuk mengembangkan router dan
sistem ISP (Internet Service Provider) nirkabel.
Mikrotik dibuat oleh MikroTikls sebuah perusahaan di
kota Riga, Latvia. Latvia adalah sebuah negara yang merupakan “pecahan”
dari negara Uni Soviet dulunya atau Rusia sekarang ini. Mikrotik awalnya
ditujukan untuk perusahaan jasa layanan Internet (PJI) atau Internet Service Provider (ISP) yang melayani pelanggannya menggunakan teknologi nirkabel atau wireless.
Saat ini MikroTikls memberikan layanan kepada banyak ISP nirkabel untuk
layanan akses Internet dibanyak negara di dunia dan juga sangat populer
di Indonesia. MikroTik sekarang menyediakan hardware dan software untuk
konektivitas internet di sebagian besar negara di seluruh dunia. Produk
hardware unggulan Mikrotik berupa Router, Switch, Antena, dan perangkat
pendukung lainnya. Sedangkan produk Software unggulan Mikrotik adalah
MikroTik RouterOS
Download di sini
MikroTik,
Networking
Load balance pada mikrotik adalah teknik untuk mendistribusikan beban
trafik pada dua atau lebih jalur koneksi secara seimbang, agar trafik
dapat berjalan optimal, memaksimalkan throughput, memperkecil waktu
tanggap dan menghindari overload pada salah satu jalur koneksi.Selama ini banyak dari kita yang beranggapan salah, bahwa dengan
menggunakan loadbalance dua jalur koneksi , maka besar bandwidth yang
akan kita dapatkan menjadi dua kali lipat dari bandwidth sebelum
menggunakan loadbalance (akumulasi dari kedua bandwidth tersebut). Hal
ini perlu kita perjelas dahulu, bahwa loadbalance tidak akan menambah
besar bandwidth yang kita peroleh, tetapi hanya bertugas untuk membagi
trafik dari kedua bandwidth tersebut agar dapat terpakai secara
seimbang.
Cara konfigurasi Load Balance menggunakan Metode PCC
Load balance pada mikrotik adalah teknik untuk mendistribusikan beban
trafik pada dua atau lebih jalur koneksi secara seimbang, agar trafik
dapat berjalan optimal, memaksimalkan throughput, memperkecil waktu
tanggap dan menghindari overload pada salah satu jalur koneksi.Selama ini banyak dari kita yang beranggapan salah, bahwa dengan
menggunakan loadbalance dua jalur koneksi , maka besar bandwidth yang
akan kita dapatkan menjadi dua kali lipat dari bandwidth sebelum
menggunakan loadbalance (akumulasi dari kedua bandwidth tersebut). Hal
ini perlu kita perjelas dahulu, bahwa loadbalance tidak akan menambah
besar bandwidth yang kita peroleh, tetapi hanya bertugas untuk membagi
trafik dari kedua bandwidth tersebut agar dapat terpakai secara
seimbang.
Label:
MikroTik,
Networking
MikroTik,
Networking
Bandwidth management digunakan karena orang-orang pada saat ini tergantung pada internet. Tetapi karena keterbatasan bandwidth yang ada, maka diperlukan manajemen bandwidth agar bandwidth terdistribusi secara merata kepada seluruh pengguna. Dalam pembagian bandwidth, suatu produk memiliki dua fitur, di mana masingmasing fitur tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dalam proses pendistribusian bandwidth. Paper ini bertujuan untuk membandingkan dua fitur yang dimiliki oleh suatu produk dalam memanajemen bandwidth. State of the art atau study literature yang berkaitan pada paper ini.
management bandwidth queue tree mikrotik untuk warnet
Bandwidth management digunakan karena orang-orang pada saat ini tergantung pada internet. Tetapi karena keterbatasan bandwidth yang ada, maka diperlukan manajemen bandwidth agar bandwidth terdistribusi secara merata kepada seluruh pengguna. Dalam pembagian bandwidth, suatu produk memiliki dua fitur, di mana masingmasing fitur tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dalam proses pendistribusian bandwidth. Paper ini bertujuan untuk membandingkan dua fitur yang dimiliki oleh suatu produk dalam memanajemen bandwidth. State of the art atau study literature yang berkaitan pada paper ini.
berikut cara setting/konfigurasi management bandwidth queue tree mikrotik untuk warnet silahkan pdf disini
Label:
MikroTik,
Networking
MikroTik,
Networking

loadbalancing dengan mikrotik 3.20

/ ip address
add address=192.168.0.1/24 network=192.168.0.0 broadcast=192.168.0.255 interface=Local
add address=10.111.0.2/24 network=10.111.0.0 broadcast=10.111.0.255 interface=wlan2
add address=10.112.0.2/24 network=10.112.0.0 broadcast=10.112.0.255 interface=wlan1
/ ip route
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=10.111.0.1,10.112.0.1 check-gateway=ping
/ ip firewall nat
add chain=srcnat out-interface=wlan1 action=masquerade
add chain=srcnat out-interface=wlan2 action=masquerade
/ ip firewall mangle
add chain=input in-interface=wlan1 action=mark-connection new-connection-mark=wlan1_conn
add chain=input in-interface=wlan2 action=mark-connection new-connection-mark=wlan2_conn
add chain=output connection-mark=wlan1_conn action=mark-routing new-routing-mark=to_wla1
add chain=output connection-mark=wlan1_conn action=mark-routing new-routing-mark=to_wla2
/ ip route
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=10.111.0.1 routing-mark=to_wla1
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=10.111.0.2 routing-mark=to_wla2
sumber http://wiki.mikrotik.com
Label:
MikroTik,
Networking








